SENDALLJEPIT

Ask me anything   Submit   aku ada dibawah, makanya jangan liat keatas aja.

"Jika tersakiti membuatmu menangis, jangan sampai menyakiti membuatmu bahagia."
— 1 month ago with 1 note
"Jika kamu membaca ini, bayangkanlah wajahku yang sedang begitu manjanya dipelukanmu, bayangkan sampai rindu melengkungkan senyum di bibirmu."
— 1 month ago
Rindu itu rasa indah sederhana.

Aku bukan pelukis yang hebat,
Berulang kali tanganku tidak pernah mampu menggambarkan betapa cantiknya kamu.
Aku bukan penyair yang hebat,
Setiap rangkai demi rangkai kata yang telah mulutku lontarkan, tidak pernah mampu menyampaikan betapa berharganya kamu.
Tapi akulah pengharap yang sabar,
Disetiap peluk dan cium yang sampai kepada kamu setelah rindu adalah penyampaianku bahwa betapa cintanya aku.

— 1 month ago
"Datanglah sayang, biarkan aku menggantikan tangan tuhan sesementara hidupmu sebelum kamu kembali lagi ke sana."
— 1 month ago
"Aku ingin menjadi mati, supaya seluruh hidupmu menuju aku."
— 1 month ago
“Dia”log #3 (Ekspektasi)

Di luar sedang hujan, terlihat perlahan titik-titik air berjatuhan di kaca jendela lalu kemudian perlahan menyatu, menyatu seperti pelukanmu dan pelukanku yang membawa kepalmu rebah di dadaku.

Sering kali ada nafas yang begitu panjang terdengar, ada detak yang begitu tidak berirama di dada, hari ini adalah hari terakhir sebelum aku pergi, tubuh kita akan jauh kembali.

Saat itu aku begitu suka mencium keningmu, mungkin sudah berpuluh-puluh kali aku menciumnya begitu lama, bibirku begitu hangat di sana, sampai saat kembali ada nafas yang begitu panjang mengembangkan rongga dadamu dan seiring berpindahnya hujan di matamu perlahan dengan terbata ada ucap yang aku dengar.

X : apakah kita bisa mencintai dan seperti ini selamanya? Aku ragu, ada takut ini hanya sementara, sesementara aku memelukmu dan kamu akan kembali jauh.
O : selama kamu bisa mencintai aku seperti aku mencintai kamu, sementara hanya membawa kita menuju mati.
X : tapi bagaimana dengan hari esok yang tidak pernah kita tau, bagaimana jika esok yang terjadi tidak seperti ucapanmu ini? Itu sebabnya aku membenci hati, seakan tidak ada yang pasti dari sana, hati begitu mudah berubah, banyak bosan yang begitu kejam di sana.
O : sayang.. cintai aku seperti hari ini, dan jika sampai pada ragumu tidak mampu mengusik lagi, hari esok akan menjadi hari ini yang tidak mampu merubah hati. Apakah kamu meragukan aku?
X : aku bukan meragukanmu, aku hanya meragukan waktu, apa jadinya jika ada waktu nanti kita akan sampai pada berpaling hati?
O : kenapa kamu memikirkan apa yang belum terjadi, bukankah sekarang lebih penting, jika apa yang kamu lakukan hari ini benar maka tidak ada waktu esok yang dapat merubahnya.
X : aku hanya sedang takut kehilangan kamu sayang.
O : simpan rasa takutmu itu untuk sama-sama saling menguatkan sayang, karena aku juga selalu merasakan takut yang sama.
X : jadi aku harus bagaimana? Setelah ini kamu akan kembali jauh apakah bisa menunggu tidak akan bertemu bosan.
O : pada setiap pasang hati, selalu masing-masing dari mereka memiliki kesempatan untuk tergoda, entah itu kamu ataupun aku memiliki kesempatan itu pasti ada. Tapi ketahuilah bagian yang paling sulit dari mencintai itu adalah mengenal, aku sudah mengenal kamu dan aku harap juga sebaliknya, ada harap dari sana nanti hatimu tidak akan digoyangkan ragu, supaya sampailah pasrahmu dan pasrahku bertumpu pada harapan bahwa kita akan terus seperti ini.
X : iya sayang, aku sudah tidak sedang menitipkan hati kepadamu, tapi itu semua sudah aku berikan sepenuhnya untukmu.
O : iya, aku juga begitu sayang, percayakan itu padaku dan jangan kamu ragukan aku lagi begitu juga aku yang tidak ragu kepadamu, satelah ini dan selanjutnya aku ingin kita sama-sama menguatkan untuk memikirkan hidup, aku ingin menggenggam emas dan membawanya pulang untuk kamu nanti, untuk membangun atap supaya senyummu selalu teduh di sana, aku ingin kamu bahagia bukan hanya karna cintaku saja sayang, hilangkan ragu dan takutmu supaya aku tenang.
X : aku sayang kamu.
O : kamu tau, akupun begitu.

Setelah ini doaku akan memaksa, supaya Tuhan menyampaikan juga kepadamu bahwa, saat lelah mendiamkan tubuhku sekalipun, harapku untuk kamu tidak pernah berhenti.

— 1 month ago with 2 notes
"Bukan karena lelah, tapi sering sekali dalam diamku ada takut kamu menjadi bosan."
— 1 month ago with 2 notes
“Dia”log #2 

X : hae, aku sayang kamu.
O : aku juga sayang kamu.
X : lalu kenapa aku gak pernah punya kesempatan buat wujudin sayang itu bukan hanya dalam bentuk kata-kata.
O : gak mungkin bisa, aku tau kedepannya nanti hubungan kita akan bagaimana, aku gak mau nyakitin kamu.
X : sejak kapan kamu jadi Tuhan sampai bisa menentukan apa yang akan terjadi nanti? Lagian kalo sakit itu cara buat ngelupain kamu aku siap, tapi setidaknya aku pernah bahagia kalo sayang yang terdengar ragu dari mulutmu itu pernah nyata menjadi kita.
O : kamu keras kepala ya, sudah deh kamu jangan ngarepin aku lagi, mending kamu buang jauh-jauh perasaanmu.
X : selama ini kamu permainin aku ya? Jadi sayang yang aku denger dari mulutmu itu bohong belaka.
O : dari mana kamu bisa liat aku bohong, bahkan saat aku sampai di pelukan kamu ini memang masih ada kebohongan yang kamu rasain.
X : kalo begitu kasi aku alasan kenapa kalo kita sama-sama sayang masih ada batas yang sangat jauh yang gak bisa kita lewatin.
O : kenapa kamu sayang aku?
X : kenapa kamu menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan?
O : kamu juga menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan.
X : kalo begitu bagaimana kalo kita jadiin diri kita sendiri jawaban untuk satu sama lain, bisa kan?
O : kamu nanya terus, kapan giliran aku?
X : emang apa yang belum kamu tau dari aku? Gak cukup kamu tau kalo orang yang sudah terlihat bodoh karna sayang sama kamu ini begitu banyak punya pertanyaan supaya bisa mengerti, kenapa ada bagian yang tidak bisa kita lewatin?
X : kenapa kamu sayang aku?
O : karna aku punya hati, dan aku yakin kamu juga punya hati.
X : tapi aku gak pernah yakin dengan hatiku sendiri, berangkat dari sana aku sering gagal.
O : bukannya dari kegagalan itu seharusnya kamu bisa liat bahwa orang yang ada di depanmu ini juga takut gagal, aku gak ingin sampai pada mati rasa dalam perjuangin kamu kali ini, karna itu juga bagian dari kegagalan, kalo kita sama-sama takut gagal bukannya itu alasan yang bagus buat kita selalu bersama?
X : kita ada di tempat yang berbeda, kamu jauh.
O : yang jauh bukan berarti menjauh kan, itu bukan alasan. Selama rindu itu ada, aku yakin pasti ada cara untuk sampai kepelukanmu.
X : tuhan kita beda.
O : sejahat itu Tuhan di pikiran kamu, sampai kamu pakai nama Tuhan buat ngancurin perasaan orang yang begitu cinta? Tuhan bukan manusia, Tuhan tidak sejahat pikiranmu.
X : aku bisa nerima itu, tapi orang tuaku tidak. Gimana aku bisa mencintai kamu dengan benar jika mencintai kedua orang tuaku saja aku gagal.
O : mencintai itu bukan berarti menuruti semua keinginan orang yang kamu cintai bukan? Perdebatan itu membuat kita lebih mengerti, di situ cinta di uji.
X : untuk hal ini aku gak bisa menenta ng, kali ini keharusan buat aku untuk lebih mengerti mau dari kedua orang tuaku, dan itu adalah bagian dari kepercayaan yang aku anut.
O : kepercayaan itu ada di hati kamu, benar dan salah tumbuh di sana, jadikan hati kamu agama maka Tuhan kita sama.
X : aku udah dijodohin.
O : hahahahaha… Gak ada alasan lain? Mending kamu bilang aku jelek, aku miskin, aku gak pantes buat kamu, atau apalah yang lebih masuk akal.
X : aku serius, ini gak bohong.
O : aku gak percaya, cari alasan lain deh, alasan yang lebih terlihat sopan untuk nunjukin bahwa kamu sebenernya tidak cinta aku.
X : aku cinta kamu, peluk aku sekarang selama masih ada kesempatan, buang semua pertanyaanmu, waktu kita gak banyak.

Mungkin ini pelukan terakhir, pelukanku yang begitu gemetar, sampai-sampai aku seperti kehilangan nafas. Iya, entah apa yang aku tidak tau dari kamu tapi terlepas dari itu aku harus sadar sejujur apapun hati tetap ada yang tidak bisa dipaksakan, entah kesimpulan aku salah atau benar tapi setelah ini aku harus menerima kenyataan bahwa kamu tidak cinta aku. Sebuah alasan yang mungkin terlalu sulit keluar dari mulutmu karna ada rasa kasian yang kamu simpan untuk aku, terima kasih buat rasa kasihan itu, rasa kasian yang memberi aku kesempatan untuk pernah dekat bahkan sampai merasakan ada di pelukanmu, setidaknya dari rasa kasian itu aku tau kamu masih punya hati.
Aku kalah..

— 1 month ago with 2 notes

Aku suka baris angka sama pada waktu, seperti penghibur. ada bahasa rindu yang tidak mampu disampaikan bibirmu.

— 1 month ago

Jika kejujuran harus berulang kali gagal memaksa, haruskah kebohongan yang akan memenangkan hati

— 1 month ago
Cerdik

Hae cerdik
Aku begitu menikmati isi kepalamu, tak sekali telusur bibirku mencoba mencari aku di dalamnya, ada harap namakulah yang menjadi batas di antara logikamu yang begitu rumit.
Hae cerdik
Aku bukan pengingat yang kuat, tapi entah kenapa kali ini aku bisa menjadi perindu yang hebat, bukankah merindu itu mengingat apa yang telah lewat, adakah hati bisa menyimpan kenang? Sekali saja bawa ciumku pada sekujur tubuhmu tempat yang aku sebut lupa, sampai-sampai waktu saat itu begitu cemburu sehingga geraknya membawa satu hari lari begitu cepat.
Hae cerdik
Ada apa dengan detak di dadamu? Bukankah hidup ada di sana? Kenapa debar di kepalamu begitu kamu percaya? Bukankah isi di dalam kepalamu ada batasnya? Dengar lagi detak di dadamu sayang, temukan ruang tanpa batas yang tidak akan menghentikan langkahmu meskipun bertemu tangis.
Hae cerdik
Pukul kepalaku sekeras-kerasnya, dengar suara nyaringnya yang begitu jujur, hati begitu buas saat ini dan habislah otakku ditelannya.
Hae cerdik
Aku tidak mampu menyelesaikan tulisan ini, setiap hurufnya adalah goresan hati.
Hae cerdik
Akulah si bodoh.

— 1 month ago
#30HariMenulisSuratCita “hati yang tercaps lock”

UNTUK NENG GEULIS @PRITANDI

HARUS BERAPA KALI AKU BILANG KE KAMU KALO AKU INI GAK PERNAH MAU JADI TEMENMU KARNA TEMENKU UDAH BANYAK!! LAGIAN KAMU ITU GAK PANTES JADI TEMENKU RIS, KAMU ITU PANTESNYA JADI PACARKU, AKU GAK BUTUH TEMEN KAYAK KAMU, TAPI AKU ITU BUTUH PACAR KAYAK KAMU, CAMKAN ITU RIS CAMKANNN..

IYA, AKU SENDIRI MENGERTI SEKARANG BUKAN SAAT YANG TEPAT UNTUK MELULUHAKAN HATI KAMU, KAMU MASIH ASIK MEMANDANG BIRUNYA LANGIT, PADAHAL ITU HANYA WARNA KEBOHONGAN YANG DICIPTAKAN MATAMU.

NIKMATI DULU LANGIT ITU RIS, SAMPAI SUATU SAAT NANTI KENYATAAN MENYANDUNG KAKIMU SEHINGGA KAMU TERJATUH DAN TERJATUH LAGI, MEMBUATMU MERASAKAN APA YANG TAK TERJADI, SEMUA YANG TERBAIK DAN TERLEWATI, SEMUA YANG TERHENTI TANPAKU AKHIRI, DAN KAMU SADAR BUKAN APA YANG INDAH DI ATAS SANA YANG AKAN MENJATUHKANMU TAPI APA YANG ADA DIBAWAH.

ADALAH AKU SI SENDALLJEPIT YANG DIBAWAH ITU KARNA AKU SUKA DIBAWAH TIDAK SEPERTI PRIA BIASANYA YANG SUKA DI ATAS.

SEBAGAI COWOK YANG JUJUR AKU INGIN MEMBERI TAU KAMU SATU HAL, SEBENERNYA JUJUR DARI CELANAKU YANG PALING DALAM AKU GAK NGERTI INI NULIS APA, POKOKNYA GITU AJA DAH YANG PENTING SURATMU UDAH AKU BALAS, SEMOGA KAMU MEMBALASNYA KEMBALI DENGAN HATI.

TERIMA KASIH

                                                                                                TTG

                                                                                        @SENDALLJEPIT

— 3 months ago with 2 notes
#30HariMenulisSuratCita “waktu yang tak berjarum”

Teruntuk @mittaparamitha

Mita, kamu memang pengingat kenangan yang baik, sampai-sampai tak ada satu pun detik-detik dari kenangan itu yang kamu lewatkan untuk bisa aku tambahakan.

Tapi sepertinya ada yang kamu harus tau, semenjak setelah pertemuan itu ada hal yang tidak aku mengerti.

Entah kenapa berulang kali detik-detik itu membawa aku kembali, detik yang seakan berjarumkan lengan besar berulang kali menghempaskan isi kepalaku di bisunya kursi kayu itu. Bahkan tidak hanya itu, disetiap pejam ada bagian dari kamu yang menjadi candu disana, candu yang disuntikan jarum menit tepat disetiap detak dadaku, iya candu itu yang tidak menyadarkan aku bahwa selama ini aku telah kehilangan jarum jam yang selalu ingin aku cari pada pertemuan-pertemuan berikutnya, Jarum jam yang sesekali menjadi matamu dan ingin aku pandangi, Jarum jam yang sesekali menjadi lenganmu yang ingin aku raih dan Jarum jam yang begitu sering sekali menjadi tubuhmu yang ingin aku dekap.

Mita, kamu memang pengingat kenangan yang baik, tapi ketahuilah bahwa akulah pengharap dari kenangan itu yang hebat. Pengharap yang ingin membawamu duduk di kursi waktu yang tak berjarum, pengharap yang ingin bersamamu tanpa peduli waktu.

@sendalljepit

— 3 months ago with 1 note
"jangan melupakan, bukankah pelupa lebih sering kehilangan sesuatu yang berharga."
— 9 months ago with 1 note
"disaat kita menjadi pelupa, kita sadar betapa mengingat itu berharga."
— 9 months ago with 3 notes